DailyMotion
Type here to find......
Showing posts with label Tips dan Info. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Info. Show all posts
Monday, March 6, 2017
Aplikasi Editing Video terbaik 2017
Final Cut Pro adalah sebuah aplikasi software Profesional non-linear editing dikembangkan oleh Macromedia Inc. dan selanjutnya Apple Inc. Final Cut Pro bekerja di komputer personal Apple Mac. Diawal 2000an, Final Cut Pro mulai mengembangkan dan memperluas pengguna baru, terutama penghobby video dan pembuat film independent.
Berdasarkan study SCRI pada 2007, final cut menguasai 49% pasar pengguna editor profesional Amerika,dan Avid 22%. Survey 2008 oleh American Cinema Editors Guild placed pengguna Final Cut Pro 21% (meningkat dari survey sebelumnya oleh group ini) dan sisanya tetap dengan Avid system.
Tuesday, July 28, 2015
Laporan Fisiologi Kedokteran Hewan UB
http://www.academia.edu/8648902/Laporan_praktikum_Fisiologi_Hewan
Jalan Jalan di Sumbawa by http://klikhotel.com/blog/7-tempat-wisata-di-sumbawa-yang-wajib-dikunjungi/
1. Dalam Loka (The Old Palace)
Istana Tua Dalam Loka (The Old Palace) didirikan pada tahun 1885 M pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III. Istana yang terbuat dari kayu ini tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Kayu jati besar yang digunakan untuk membangun istana ini berasal dari hutan jati di pelosok desa sekitar istana. Sementara seng untuk atapnya didatangkan dari Singapura. Bangunan istana ini sarat akan pesan filosofis ‘adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko kitabullah’. Artinya adalah bahwa semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan harus bersemangatkan syariat Islam. Saat ini Istana Tua Dalam Loka digunakan sebagai Museum Daerah Sumbawa. Istana Tua Dalam Loka ini terletak di pusat kota Sumbawa. Anda dapat menggunakan kendaraan umum untuk pergi ke sana.
2. Bala Kuning (The Yellow House)
Bala Kuning merupakan rumah tempat tinggal keluarga Sultan Sumbawa (saat ini menjadi tempat tinggal Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa ke 17 pada 5 April 2011). Sesuai dengan namanya, Bala Kuning yang dibangun sekitar tahun 1784 ini memiliki ornamen warna kuning. Di Bala Kuning, Anda dapat menjumpai berbagai benda pusaka Kesultanan Sumbawa, seperti mahkota, bodong, sarpedang, payung kamutar, tear (tombak /lembing), keris, pakaian kebesaran sultan dan aneka macam pusaka lainnya. Di Bala Kuning juga terdapat Al Qur’an ukuran besar tulisan tangan karya Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi yang dibuat pada sekitar tahun 1784. Bala Kuning berlokasi di Jl Dr Wahidin, Sumbawa Besar.
3. Pantai Kencana
Indonesia Timur sangat dikenal akan keindahan pantainya. Maka jangan lupa untuk menengok Pantai Kencana. Pantai Kencana terletak 11 km dari Sumbawa Besar, kira-kira Anda hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 15 menit dari pusat kota untuk sampai ke Pantai Kencana. Pantai Kencana memiliki garis pantai yang melengkung di mana kedua ujungnya memiliki warna tersendiri. Di lengkungan sebelah kanan terdapat batu karang yang senantiasa dihempas ombak. Pasirnya putih bersih dan air lautnya biru. Pantai Kencana ini sudah memiliki berbagai fasilitas, seperti hotel dan cottage yang bentuknya mirip bangunan khas daerah Sumbawa.
4. Desa Poto
Salah satu obyek wisata di Sumbawa adalah desa wisata Poto. Desa wisata Poto terletak di Kecamatan Moyo Hilir, sekitar 13 km dari kota Sumbawa Besar. Anda dapat mencapai Desa Poto ini dengan menggunakan jalur darat dengan kendaraan umum. Desa Poto ini masih sangat menjaga kelestarian budaya daerahnya. Anda dapat melihat pembuatan tenun Sumbawa, pembuatan gerabah, dan berbagai atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda dan karapan kerbau. Namun, pacuan kuda dan karapan kerbau hanya dapat Anda jumpai saat masa sehabis panen. Klikers jangan lupa untuk membeli tenunan Sumbawa yang sangat terkenal ini.
5. Pulau Moyo
Sejauh ini, tempat wisata di Sumbawa yang paling dikenal mungkin adalah Pulau Moyo. Pulau Moyo ini sangat terkenal karena alm. Lady Di pernah berkunjung ke pulau ini. Daya tarik yang dimiliki Pulau Moyo antara lain adalah keindahan alam bawah lautnya. Sembari snorkeling atau diving, Anda dapat menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan tropis yang cantik. Anda juga dapat menjumpai hiu putih dan ikan pari. Sementara di darat, dua per tiga dari Pulau Moyo merupakan cagar alam yang menjadi habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius). Saat di Pulau Moyo, sempatkanlah untuk berkunjung ke Air Terjun Mata Jitu. Air terjun yang juga dikenal dengan sebutan Queen Waterfall ini pernah dikunjungi oleh Lady Di. Di Pulau Moyo, sempatkan juga untuk melihat sunset di Pantai Ai Manis yang memiliki hamparan pasir putih nan indah. Untuk menuju Pulau Moyo, Anda dapat menyebrang dengan kapal dari Pantai Kencana dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.
6. Pantai Sili dan Maci
Pantai Sili dan Maci berlokasi di Dusun Teloi, Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Dua pantai ini letaknya memang sangat berdekatan sehingga lebih sering disebut sebagai Pantai Sili – Maci. Pantai ini dikenal memiliki gulungan ombak yang besar dan panjang sehingga pantai ini menjadi salah satu tujuan surfing. Konon, Pantai Sili – Maci ini memiliki keganasan ombak terbaik ketiga di dunia setelah Hawaii dan Tahiti. Sayangnya, akses menuju Pantai Sili dan Maci ini masih sulit. Hal ini pulalah yang menyebabkan Pantai Sili dan Maci kalah pamor dibandingkan Pantai Lakey (Kabupaten Dompu) dan Pantai Jelenga (Kabupaten Sumbawa Barat). Untuk sampai ke Pantai Sili dan Maci, Anda harus menempuh perjalanan darat sekitar 6 jam. Saat ini Pantai Sili dan Maci mulai melengkapi diri dengan hotel dan penginapan.
7. Liang Petang
Bagi Anda yang takut gelap, obyek wisata di Sumbawa yang satu ini mungkin agak menakutkan bagi Anda. Hehehe. Liang Petang merupakan perpaduan kata “liang” yang artinya gua dan “petang” yang artinya gelap. Gua Liang Petang ini memang sangat gelap sehingga Anda wajib untuk membawa senter jika ingin melihat-lihat keindahan di dalam gua. Selain melihat kecantikan stalaktit dan stalakmit, di Gua Liang Petang ini kita juga dapat melihat tempat yang dikhususkan untuk bertapa, batu yang bentuknya seperti makam, batu berbentuk manusia, balai-balai (pantar) dan juga alat tenun. Gua Liang Petang terletak di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu, sekitar 29 km dari Sumbawa Besar.
Nah, setelah membaca 7 obyek wisata di Sumbawa ini, saya rasa Klikers akan tertarik untuk memasukkan Sumbawa sebagai salah satu destinasi wisata Anda di tahun 2015 ini. Jika Anda berkunjung ke Bali, sudah lebih mudah untuk meneruskan ke Sumbawa. Dari Bali, Anda bisa lanjut ke Lombok, setelah itu melanjutkan perjalanan selama 6-7 jam ke Sumbawa Besar. Anda juga dapat menggunakan jalur udara, namun tidak setiap hari ada penerbangan ke Sumbawa. Yuk, kita liburan ke Sumbawa!
(marchaela)
Monday, July 20, 2015
Pikiran dan Perasaan tentang POLITIK Deny Hairurrozikin
Beberapa hari ini saya ingin melakukan hal bermanfaat, jadi saya memutuskan untuk menulis apa yang saya ingin katakan.
Saya kurang suka dengan cara kerja politik di negeri ini. Banyak orang terlalu mengedepankan kedekatan emosional atau lebih akrab disebut dengan nepotisme. Awalnya saya tidak menyangka bahwa politik akan berjalan hingga seperti ini adanya di dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Berawal dari Sekolah Menengah Atas, sejak mengenal OSIS saya tertarik untuk masuk di dalamnya sehingga terpilih saya untuk menjadi Ketua pada saat itu. Namun tidak semudah yang saya kira, bahwa teman-teman yang berada dalam OSIS tersebut melihat saya tidak sebagai Ketua dan menilai orang dengan cara pandangnya sendiri atau saya lebih beranggapan mereka tidak professional. Memang saya merasa mayoritas orang yang ada dalam OSIS tersebut bukanlah berasal dari teman dekat saya. Namun saya pikir selama kita masih mempunyai tujuan yang sama saya pikir tidak perlu terlalu banyak pertentangan dalam gaya cara saya memimpin. Ada beberapa poin yang saya dapat setelah menjadi ketua OSIS yaitu pertama jangan biarkan teman anda masuk terlalu jauh untuk ikut campur masalah OSIS, saya tidak memilih orang yang tepat dalam squad saya, memang segalanya perlu orang berkualitas, namun mindset terburuk muncul yaitu bahwa kita cenderung memilih teman dibandingkan orang yang pantas menduduki posisi tertentu dalam organisasi berdasarkan kemampuannya. Memang agak sedikit susah untuk mencari orang seperti itu sehingga kita cenderung berpikir bahwa ketika kita mengenal orang lain dengan baik dan menjadi teman, hal itu membuat kita menjadi kurang tepat dalam melakukan pemilihan orang-orang kepercayaan kita dalam organisasi. Namun saya berpikir mengapa semuanya harus bekerja melalui cara seperti itu, apakah kita tidak dapat bekerja melalui cara lain seperti mengukur orang berdasarkan moralnya, kemampuan inteljen, intelektualnya dan mungkin segi fisik sebagai faktor akhirnya.Ukuran tersebut distandarkan dengan aturan kitab Tuhan yaitu Agama seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha. Saya berpikir selama aturan masih dibuat oleh manusia terutama seperti di Indonesia ini dimana masyarakat masih sedikit khilaf dalam melakukan kesalahan (padahal tahu itu salah namun masih tetap dikerjakan karena tuntutan ekonomi) maka Indonesia tidak dapat maju karena telah dididik dari kecil untuk berpikir seperti penjajah. Pendidikan harus segera diperbaiki, moral anak muda harus ditempa. Tingkatkan kualitas berpikir, ajak anak muda untuk memikirkan nasig bangsa secara serius, libatkan kami para pemuda. Perbaiki kualitas tontonan kami, buatkan kami lapangan pekerjaan yang sederhana, mudah namun menghasilkan. Ajarkan kami mengolah alam secara sederhana. Saya pikir semua pelajaran yang didapat dalam sekolah harus langsung diaplikasikan secara nyata berkesinambungan dan mempunyai hasil yang dapat dipetik hasilnya agar menjadi hasil nyata untuk mereka dan sekaligus mengajarkan mereka dan saya sendiri bahwa 1+1 = 2 bukan 1+1= 10 yang mana itu merupakan gaya berpikir politik.Kebanyakan pemimpin ingin membantu membangun negara, bangsa dan masyarakat namun merekan melakukannya dengan cara yang kurang tepat. Cara yang kita lihat selama ini sangatlah tidak adil bagi semua manusia oleh karena itu banyak manusia yang putus asa dan mengambil jalan pintas untuk berbuat hal yang jauh menyimpang karena mengutamakan kehidupan dunia. Bahkan terlalu mengagungkan manusia, terlalu memuji mereka dengan alasan tertentu atau terselubung. Jika anda orang muslim maka bacalah Al-Quran disitu sudah jelas ganjaran dari Allah akan mahluk seperti itu. Marilah kita kembali untuk mempelajari tentang ketulusan dalam bekerja, melihat musuh yang nyata, berani berbicara, hati-hati dalam berteman, jangan mudah terpengaruh, bersabarlah, jika anda tidak tahu paa yang anda lakukan tanyakan pada orang tua, jika masih tidak tahu jawabnnya silahkan tanyakan pada Allah SWT karena tidak ada sebaik penolong selain Allah SWT.
Saya tidak sampai hati melihat bangsa ini harus jatuh lagi. Mari Bangun bangsa ini. Jikalau tidak selamatkan diri anda dengan cara berpikir layaknya pemimpin dari Agama anda karena anda mempunyai pemikiran yang bersih, namun sering kali tindakan tidak selaras dengan kata hati.
Berpikir rasional , Berdoa dan Yakin akan yang ghaib.
Alhamdulillah cukup hari ini See you :D
Sunday, June 21, 2015
Seperti apa rasanya sekolah di kedokteran hewan Episode 1
Salam untuk para readers :D
Hai perkenalkan saya Deny Hairurrozikin sebut saja Denvet :D Saya adalah mahasiswa di salah satu universitas di Indonesia ( Universitas Brawijaya ) Saya seseorang yang menempuh Program Pendidikan Dokter Hewan di Univeritas tersebut di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
Fakta Unik tentang hewan
Anaconda
Untuk kebanyakan spesies hewan, jantan dewasa umumnya berukuran lebih besar dari betina.Namun hal ini tidak berlaku untuk anaconda. Anaconda betina memiliki ukuran 3 – 5 kali lebih besar dari yang jantan.
LANJUT..
Tentunya teman-teman sudah tahu apa pekerjaan dokter hewan. Sebelum saya masuk ke kampus saya, saya memahami bahwa ketika saya masuk dokter hewan maka saya akan menjadi seseorang yang akan menyembuhkan penyakit yang terdapat pada hewan. Hewan itu bisa termasuk sapi, kucing anjing dan burung. Lalu apa kerennya ?
Ketika saya masuk di tahun 2012 ke kampus Kedokteran hewan. Saya mulai mempelajari tentang imu dasar yang menjelaskan tentang hewan itu sendiri misalnya tentang penyusun tubuh hewan, cara kerja tubuh hewan, dan tingkah laku hewan dan informasi berkaitan tentang bagaimana hewan tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia dan cara menghindari beberapa hal negatif dari hewan yang dapat menganggu manusia seperti penyakit.
Info unik
Berikut merupakan perkiraan gaji yang kamu dapatkan menurut gaji.com jika kamu lulus menjadi seorang dokter hewan yang mempunyai pengalaman kerja 0 tahun.
to be continued
see you next week :D
Monday, March 23, 2015
laporan radiolog copas lagi akhsanur
FILM BADGE
Film badge merupakan salah satu alat pencatat dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi sesuai dengan PP.No.11 tahun 1975, tentang Keselamatan terhadap Pekerja Radiasi, maka setiap individu yang bekerja di unit pelayanan radiologi diharuskan memakai alat pencatat radiasi tersebut.
Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan dan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan film bagde tersebut, dilakukan penelitian di beberapa rumah sakit.
Dektetor yang digunakan disini berbentuk film fotografi, yang berbentuk emulsi butiran-gutiran perak halida, biasanya perak bromida (AgBr), ditunjang oleh matrik gelatin dan kemudian dilapisi bahan"acetat".
Film ini berfungsi sebagai detector karena apabila terkena radiasi, ion Ag+ akan berubah menjadi Ag dan disebut sebagai bayangan “latent”. detektor ini dapat menyimpan atau merekam dosis radiasi yang mengenainya secara akumulasi selama film belum diproses. Pemrosesan dilakukan dengan larutan kimia yang akan memunculkan bayangan hitam pada film tersebut.
Tingkat kehitaman bayangan film sebanding dengan intensitas radiasi yang mengenainya. Semakin banyak radiasi yang mengenainya, tingkat kehitaman film akan semakin pekat.
Holder film selain sebagai berfungsi sebagai tempat film, juga sebagai (filter) untuk membedakan jenis dan energi radiasi yang menenainya
Energi radiasi pengion yang mengenai film akan menyebabkan beberapa butiran AgBr terionisasi(AgBr). Semakin besar dosis radiasi yang diserap semakin banyak butiran AgBr yeng terionisasi. Dalam proses penucian dengan larutan pengembang (developer),butiran-butiran Ag+ yang terionisasi akan berubah menjadi logam perak yang berwarna hitam. Proses pencucian kedua dengan larutan fixer akan melarutkan molekul-molekul AgBr sisa,Sedangkan yang telah menjadi logam perak akan terikat kuat seabagai bayangan hitam laten. Terlihat bahwa tingkat kehitaman bayangan akan sesuai dengan banyak dosis yang telah mengenainya.

Dosimetri film badge ini terdiri dari film,seperti film yang digunakan untuk rongten gigi, dan tempat film (holder). Holder film dosimetri ini mempunyai fungsi penting yaitu sebagai penyaring atau filter. Terdapat beberapa jenis filter separti plastik setebal 0,5 mm dan 3mm,aluminium 0,6mm,tembaga 0,3 mm,campuran Sn 0,8 mm dan Pb 0,4 mm serta campuran Cd 0,8 mm dan Pb 0,4 mm. Masing-masing jenis filter tersebut berfungsi untuk menyaring jenis radiasi atau energi radiasi yang berbeda.Dosimetri film badge ini mempunyai sifat akumilasi yang cukup baik.Film-film yang ada dipasaran dapat digunakan sampai 3 bulan. Keuntungan film lain dengan adanya filter-filter, film badge ini dapat membedakan jenis radiasi yang mengenai dan mempunyai rentang energi pengukuran yang lebih besar daripada disimetri saku. Keuntungan lain,filmnya, setelah diproses dapat digunakan untuk perhitungan yang lebih teliti serta dapat didokumentasikan. Kelemahannya,untuk mengetahui dosis yang telah mengenai harus diproses secara khusus dan membutuhkan peralatan tambahan untuk membaca tingkat kehitaman film,yaitu densitometer.
film badge harus dipakai dengan benar sehingga dapat menerima dosis secara akurat dan dapat merepresentasikan hasil yang diterima dari film badge tersebut. Seluruh bagian dari film badge harus dikenakan pada tubuh antara leher dan pinggang,biasanya sering diletak pada ikat pinggang atau saku baju. Klip-on film badge biasanya sering digunakan pada saat melakukan Xray atau gamma,yang biasanya berbentuk jam tangan
Contoh Gambar film badge:


Kerugian dari film badge
Kerugian utama adalah bahwa film badge harus dikembangkan dan dibaca oleh prosesor (yang memakan waktu cukup lama), pemaparan panas berkepanjangan dapat mempengaruhi film, dan eksposur kurang dari 20 millirem radiasi gamma tidak dapat diukur secara akurat.
Keuntungan
Keuntungan utama dari film lencana sebagai perangkat pemantauan personil adalah bahwa ia menyediakan catatan permanen, ia mampu membedakan antara energi foton yang berbeda, dan dapat mengukur dosis karena jenis radiasi yang berbeda. Hal ini cukup akurat untuk eksposur lebih besar dari 100 millirem.
MONITORING DOSIS PERORANGAN
Dalam setiap pemanfaatan radiasi pengion, faktor keselamatan terhadap para pekerjanya harus mendapat prioritas utama. Hal tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) RI No.63 Tahun 2000 tentang Keselamatan & Kesehatan terhadap Radiasi Pengion (a,b,g,x,n), yang umum disebut keselamatan radiasi. Dalam pemanfaatannya, penerimaan dosis radiasi oleh para pekerja radiasinya diusahakan serendah mungkin sehingga tidak melampaui nilai batas dosis yang diizinkan oleh Badan Pengawas. Menurut SK 01/Ka-Bapeten/V-99 disebutkan bahwa Nilai Batas Dosis bagi pekerja radiasi adalah 50 mSv/tahun (seluruh tubuh), lensa mata: 150 mSv/tahun serta tangan, kaki & kulit : 500 mSv/tahun.
Untuk layanan pemantauan dosis tara perorangan eksternal digunakan dosimeter perorangan yaitu dosimeter film dan dosimeter termoluminisensi (TLD). Dalam pemakaiannya, kedua dosimeter tersebut dimasukkan ke dalam suatu wadah/holder, yang umum dikenal dengan film dan TLD badge. Pada operasional rutin, umumnya diperlukan 2 dosimeter untuk setiap pekerja radiasi yang dipantau, satu dosimeter digunakan untuk melakukan pekerjaannya sementara dosimeter yang dipakai sebelumnya diproses dan dievaluasi. Biasanya, frekuensi pertukaran dosimeter disesuaikan dengan jenis dosimeter yang digunakan, yaitu 1 bulan untuk film badge dan 3 bulan untuk TLD badge. Pada saat ini, sudah diberikan jasa layanan pemantauan dosis tara perorangan eksternal kepada instansi/perusahaan/rumah sakit baik pemerintah maupun swasta pengguna radiasi pengion [foton (sinar-x,g), beta dan neutron] dan tercatat ± 400 pengguna dengan jumlah pekerja radiasinya 3903 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan dosis tara perorangan eksternal bagi pekerja radiasi dengan menggunakan film dan TLD badge.
Thermoluminesence Dosimetry
Bahan kristal tertentu yang sering digunakan pada TLD adalah Litium Florida (LiF). LiF dapat menyimpan/merekam dosis radiasi yang diberikan padanya. Kemudian, TLD akan memancarkan cahaya (foton) jika dipanaskan pada suhu tertentu. Prinsip kerjanya seperti efek fotolistrik. Ketika LiF mendapatkan dosis radiasi dengan energi tertentu, maka elektron-elektron akan dalam kristal LiF akan naik ke level energi yang lebih tinggi. Kebanyakn elektron tersebut akan kembali ke level energi awalnya (keadaan dasar), namun ada beberapa elektron yang terjebak dalam impuritas. Apabila LiF dipanaskan, maka elektron yang terjebak tersebut akan terangkat ke level energi yang lebih tinggi dimana dari sana elektron-elektron tersebut akan kembali ke keadaan dasar dengan memancarkan cahaya (foton). Banyaknya cahaya (foton) yang dipancarkan akan proporsional dengan energi yang terserap dari pemberian dosis radiasi. Selanjutnya, banyaknya cahaya (foton) tersebut akan dibaca oleh TLD reader. Penggunaan TLD telah banyak digunakan dalam instansi-instansi yang berhubungan dengan radiasi untuk personel monitoring pekerja radiasi, biasanya dalam bentuk chip yang dikemas dalam wadah seperti kartu tanda pengenal.
Pada proses penyerapan radiasi beberapa material akan menyimpan energi yang diserap pada kondisi yang metastabil (kurang stabil). Jika materi tersebut diberikan energi secara sistematis energi metastabil tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk ultraviolet, cahaya tampak atau infra merah, fenomena tersebut dikenal dengan nama proses luminisensi. Proses penyimpanan energi radiasi terjadi diawali saat radiasi mengenai materi, pada saat tersebut electron bebas dan “hole” terbentuk. Pada materi yang memiliki sifat luminisensi, terdapat suatu daerah “storage trap” yang terletak di antara pita konduksi dan valensi (lihat gambar…). Electron dan “hole” yang terbentuk akan bersatu lagi atau terjebak di dalam “storage trap”. Jumlah electron yang terjebak akan sebanding dengan jumlah radiasi yang mengenai material luminisensi. Elektron yang terjebak akan keluar dan bersatu kembali dengan “hole” jika detector luminisensi diberikan energi dalam bentuk panas secara sistematis. Pada saat electron dan “hole” bergabung akan dipancarkan cahaya yang akan ditangkap oleh penguat cahaya PMT (Photomultiplier Tube). Bahan yang memiliki sifat luminisensi disebut dengan nama Thermoluminescenct detector atau TLD. Beberapa jenis materi yang bersifat luminisense antara lain CaSO4:Mn,Dy, LiF:Mg,Ti, LiF:Mg,Cu,P. Sebelum digunakan TLD harus dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu untuk menghapus energi yang masih tersisa didalam TLD.
Sistim pambacaan TLD secara garis besar terdiri dari planchet, PMT dan elekrometer. Planchet berfungsi untuk meletakkan dan memanaskan materi TLD, PMT berfungsi menangkap cahaya luminisensi dan mengubah menjadi sinyal listrik, dan memperkuat sinyal akhir, elektrometer berfungsi mencatat sinyal PMT dalam satuan arus atau muatan.
Sinyal hasil pembacaan TLD disebut kurva pancar atau “glow curve”. Kurva pancar diperoleh dengan memberikan panas dengan laju kenaikan panas secara konstan sampai suhu tertentu, dan kurva digambarkan sebagai fungsi suhu.
Film badge merupakan salah satu alat pencatat dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi sesuai dengan PP.No.11 tahun 1975, tentang Keselamatan terhadap Pekerja Radiasi, maka setiap individu yang bekerja di unit pelayanan radiologi diharuskan memakai alat pencatat radiasi tersebut.
Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan dan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan film bagde tersebut, dilakukan penelitian di beberapa rumah sakit.
Dektetor yang digunakan disini berbentuk film fotografi, yang berbentuk emulsi butiran-gutiran perak halida, biasanya perak bromida (AgBr), ditunjang oleh matrik gelatin dan kemudian dilapisi bahan"acetat".
Film ini berfungsi sebagai detector karena apabila terkena radiasi, ion Ag+ akan berubah menjadi Ag dan disebut sebagai bayangan “latent”. detektor ini dapat menyimpan atau merekam dosis radiasi yang mengenainya secara akumulasi selama film belum diproses. Pemrosesan dilakukan dengan larutan kimia yang akan memunculkan bayangan hitam pada film tersebut.
Tingkat kehitaman bayangan film sebanding dengan intensitas radiasi yang mengenainya. Semakin banyak radiasi yang mengenainya, tingkat kehitaman film akan semakin pekat.
Holder film selain sebagai berfungsi sebagai tempat film, juga sebagai (filter) untuk membedakan jenis dan energi radiasi yang menenainya
Energi radiasi pengion yang mengenai film akan menyebabkan beberapa butiran AgBr terionisasi(AgBr). Semakin besar dosis radiasi yang diserap semakin banyak butiran AgBr yeng terionisasi. Dalam proses penucian dengan larutan pengembang (developer),butiran-butiran Ag+ yang terionisasi akan berubah menjadi logam perak yang berwarna hitam. Proses pencucian kedua dengan larutan fixer akan melarutkan molekul-molekul AgBr sisa,Sedangkan yang telah menjadi logam perak akan terikat kuat seabagai bayangan hitam laten. Terlihat bahwa tingkat kehitaman bayangan akan sesuai dengan banyak dosis yang telah mengenainya.
Dosimetri film badge ini terdiri dari film,seperti film yang digunakan untuk rongten gigi, dan tempat film (holder). Holder film dosimetri ini mempunyai fungsi penting yaitu sebagai penyaring atau filter. Terdapat beberapa jenis filter separti plastik setebal 0,5 mm dan 3mm,aluminium 0,6mm,tembaga 0,3 mm,campuran Sn 0,8 mm dan Pb 0,4 mm serta campuran Cd 0,8 mm dan Pb 0,4 mm. Masing-masing jenis filter tersebut berfungsi untuk menyaring jenis radiasi atau energi radiasi yang berbeda.Dosimetri film badge ini mempunyai sifat akumilasi yang cukup baik.Film-film yang ada dipasaran dapat digunakan sampai 3 bulan. Keuntungan film lain dengan adanya filter-filter, film badge ini dapat membedakan jenis radiasi yang mengenai dan mempunyai rentang energi pengukuran yang lebih besar daripada disimetri saku. Keuntungan lain,filmnya, setelah diproses dapat digunakan untuk perhitungan yang lebih teliti serta dapat didokumentasikan. Kelemahannya,untuk mengetahui dosis yang telah mengenai harus diproses secara khusus dan membutuhkan peralatan tambahan untuk membaca tingkat kehitaman film,yaitu densitometer.
film badge harus dipakai dengan benar sehingga dapat menerima dosis secara akurat dan dapat merepresentasikan hasil yang diterima dari film badge tersebut. Seluruh bagian dari film badge harus dikenakan pada tubuh antara leher dan pinggang,biasanya sering diletak pada ikat pinggang atau saku baju. Klip-on film badge biasanya sering digunakan pada saat melakukan Xray atau gamma,yang biasanya berbentuk jam tangan
Contoh Gambar film badge:


Kerugian dari film badge
Kerugian utama adalah bahwa film badge harus dikembangkan dan dibaca oleh prosesor (yang memakan waktu cukup lama), pemaparan panas berkepanjangan dapat mempengaruhi film, dan eksposur kurang dari 20 millirem radiasi gamma tidak dapat diukur secara akurat.
Keuntungan
Keuntungan utama dari film lencana sebagai perangkat pemantauan personil adalah bahwa ia menyediakan catatan permanen, ia mampu membedakan antara energi foton yang berbeda, dan dapat mengukur dosis karena jenis radiasi yang berbeda. Hal ini cukup akurat untuk eksposur lebih besar dari 100 millirem.
MONITORING DOSIS PERORANGAN
Dalam setiap pemanfaatan radiasi pengion, faktor keselamatan terhadap para pekerjanya harus mendapat prioritas utama. Hal tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) RI No.63 Tahun 2000 tentang Keselamatan & Kesehatan terhadap Radiasi Pengion (a,b,g,x,n), yang umum disebut keselamatan radiasi. Dalam pemanfaatannya, penerimaan dosis radiasi oleh para pekerja radiasinya diusahakan serendah mungkin sehingga tidak melampaui nilai batas dosis yang diizinkan oleh Badan Pengawas. Menurut SK 01/Ka-Bapeten/V-99 disebutkan bahwa Nilai Batas Dosis bagi pekerja radiasi adalah 50 mSv/tahun (seluruh tubuh), lensa mata: 150 mSv/tahun serta tangan, kaki & kulit : 500 mSv/tahun.
Untuk layanan pemantauan dosis tara perorangan eksternal digunakan dosimeter perorangan yaitu dosimeter film dan dosimeter termoluminisensi (TLD). Dalam pemakaiannya, kedua dosimeter tersebut dimasukkan ke dalam suatu wadah/holder, yang umum dikenal dengan film dan TLD badge. Pada operasional rutin, umumnya diperlukan 2 dosimeter untuk setiap pekerja radiasi yang dipantau, satu dosimeter digunakan untuk melakukan pekerjaannya sementara dosimeter yang dipakai sebelumnya diproses dan dievaluasi. Biasanya, frekuensi pertukaran dosimeter disesuaikan dengan jenis dosimeter yang digunakan, yaitu 1 bulan untuk film badge dan 3 bulan untuk TLD badge. Pada saat ini, sudah diberikan jasa layanan pemantauan dosis tara perorangan eksternal kepada instansi/perusahaan/rumah sakit baik pemerintah maupun swasta pengguna radiasi pengion [foton (sinar-x,g), beta dan neutron] dan tercatat ± 400 pengguna dengan jumlah pekerja radiasinya 3903 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan dosis tara perorangan eksternal bagi pekerja radiasi dengan menggunakan film dan TLD badge.
Thermoluminesence Dosimetry
Bahan kristal tertentu yang sering digunakan pada TLD adalah Litium Florida (LiF). LiF dapat menyimpan/merekam dosis radiasi yang diberikan padanya. Kemudian, TLD akan memancarkan cahaya (foton) jika dipanaskan pada suhu tertentu. Prinsip kerjanya seperti efek fotolistrik. Ketika LiF mendapatkan dosis radiasi dengan energi tertentu, maka elektron-elektron akan dalam kristal LiF akan naik ke level energi yang lebih tinggi. Kebanyakn elektron tersebut akan kembali ke level energi awalnya (keadaan dasar), namun ada beberapa elektron yang terjebak dalam impuritas. Apabila LiF dipanaskan, maka elektron yang terjebak tersebut akan terangkat ke level energi yang lebih tinggi dimana dari sana elektron-elektron tersebut akan kembali ke keadaan dasar dengan memancarkan cahaya (foton). Banyaknya cahaya (foton) yang dipancarkan akan proporsional dengan energi yang terserap dari pemberian dosis radiasi. Selanjutnya, banyaknya cahaya (foton) tersebut akan dibaca oleh TLD reader. Penggunaan TLD telah banyak digunakan dalam instansi-instansi yang berhubungan dengan radiasi untuk personel monitoring pekerja radiasi, biasanya dalam bentuk chip yang dikemas dalam wadah seperti kartu tanda pengenal.
Pada proses penyerapan radiasi beberapa material akan menyimpan energi yang diserap pada kondisi yang metastabil (kurang stabil). Jika materi tersebut diberikan energi secara sistematis energi metastabil tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk ultraviolet, cahaya tampak atau infra merah, fenomena tersebut dikenal dengan nama proses luminisensi. Proses penyimpanan energi radiasi terjadi diawali saat radiasi mengenai materi, pada saat tersebut electron bebas dan “hole” terbentuk. Pada materi yang memiliki sifat luminisensi, terdapat suatu daerah “storage trap” yang terletak di antara pita konduksi dan valensi (lihat gambar…). Electron dan “hole” yang terbentuk akan bersatu lagi atau terjebak di dalam “storage trap”. Jumlah electron yang terjebak akan sebanding dengan jumlah radiasi yang mengenai material luminisensi. Elektron yang terjebak akan keluar dan bersatu kembali dengan “hole” jika detector luminisensi diberikan energi dalam bentuk panas secara sistematis. Pada saat electron dan “hole” bergabung akan dipancarkan cahaya yang akan ditangkap oleh penguat cahaya PMT (Photomultiplier Tube). Bahan yang memiliki sifat luminisensi disebut dengan nama Thermoluminescenct detector atau TLD. Beberapa jenis materi yang bersifat luminisense antara lain CaSO4:Mn,Dy, LiF:Mg,Ti, LiF:Mg,Cu,P. Sebelum digunakan TLD harus dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu untuk menghapus energi yang masih tersisa didalam TLD.
Sistim pambacaan TLD secara garis besar terdiri dari planchet, PMT dan elekrometer. Planchet berfungsi untuk meletakkan dan memanaskan materi TLD, PMT berfungsi menangkap cahaya luminisensi dan mengubah menjadi sinyal listrik, dan memperkuat sinyal akhir, elektrometer berfungsi mencatat sinyal PMT dalam satuan arus atau muatan.
Sinyal hasil pembacaan TLD disebut kurva pancar atau “glow curve”. Kurva pancar diperoleh dengan memberikan panas dengan laju kenaikan panas secara konstan sampai suhu tertentu, dan kurva digambarkan sebagai fungsi suhu.
LAPORAN RADIOLOGI COPAS AHSANUR
Kaset Film Radiologi
1. PENGERTIAN
Merupakan kotak segi empat panjang yang mempunyai berbagai ukuran seperti 18 x 24 cm2, 24 x 30 cm2, 30 x 40 cm2, 35 x 35 cm2, 35 x 43 cm2. Kaset berfungsi sebagai alat transport film dari kamar gelap ke ruang foto sinar-x (unexposed) atau ruang foto sinar-x ke kamar gelap. Kaset terbagi 2 bagian yang dihubungkan oleh engsel :
a. Bagian Depan Kaset
• Bahan yang mudah ditembus oleh sinar-x.
• Aluminium, plastik dengan bingkai dari logam kuat.
• Tersedia ruang untuk screen/layar pendar.
b. Bagian Belakang Kaset
1) Lead lining
Terbuat dari logam kuat, bagian dalam diberi cat timbal untuk mencegah/menyerap back scatter.
2) Lead backing
Logam dengan lempeng timbal yang berfungsi menyerap sinar primer.
3) Non lead lining
Terbuat dari bahan yang mudah ditembus sinar x yang digunakan untuk radio flouroskopi
Ketiga jenis tersebut diberi bantalan yang letaknya menempel pada cat timbal/langsung pada bagian belakang yang berguna untuk menekan screen berhimpit dengan film. Semua jenis tersebut terbuat dari bahan “felt” & busa/karet.
2. CIRI KASET BAIK
• Ringan dan mudah dibawa.
• Struktur kuat.
• Tidak mudah rusak.
• Bagian depan harus memiliki kesamaan radiolusen untuk menghilangkan artefak.
• Bagian belakang terdapat lembaran timbal untuk menyerap sinar hambur.
• Memiliki busa penekan untuk merapatkan film dengan screen.
• Bentuk sedemikian rupa sehingga pemakaian mudah & tidak melukai pasien.
3. BENTUK / JENIS KASET
1) Konvensional
Kaset yang sering digunakan seperti 18 x 24 cm2, 24 x 30 cm2, 30 x 40 cm2, 35 x 35 cm2, 35 x 43 cm2.
2) Bentuk Kurva
Kaset yang digunakkan untuk memotret bagian tubuh karena anatomi / patologi tidak lurus, seperti rahang, lutut, bahu.
3) Film Changer
Mempunyai bentuk & ukuran lebih besar agar dapat memuat hingga 5 buah kaset. Bagian atas terbuat dari bahan yang mudah ditembus sinar-x & dilengkapi grid/lisolom. Digunakan untuk pemeriksaan secara berurutan tanpa henti (sekon)seperti pembuluh darah dan jantung. Bagian bawah kaset dilengkapi pegas untuk mendorong kaset naik ke atas.
4) Kaset Foto Timer
a) Foto electric cells
Jika densitas (nilai kehitaman) pada daerah yang diperlukan sudah mencapai takaran tertentu, maka alat ini akan menghentikan eksposi
b) Ionization chamber
Jika jumlah radiasi pada daerah yang dituju sudah tercapai, maka alat ini akan menghentikan eksposi
Kedua jenis ini merupakan automatic exposure dan terletak sensor alat ini terletak di belakang kaset. Pada bagian depan & belakang harus radiolusen.
5) Kaset dengan Grid / Lisolom
• Menjadi satu dengan kaset
• Berat
• Mahal
• Kurang populer
6) Kaset Fleksibel
Pada bidang Industri digunakan untuk potret pipa/saluran dan pada bidang kesehatan digunakan untuk panoramik gigi, opg (rahang).
7) Kaset Non Screen (Amplop)
8) Kaset Mammografi
9) Kaset CT Scan
10) Kaset Kedokteran Nuklir
11) Imaging Plat
12) Dental Film
4. PEMERIKSAAN KASET BERKALA
Bagian yang harus diperiksa pada kaset secara berkala adalah Engsel, kuncian, jepitan ID pasien, screen, kedudukan screen, dan bantalan. Kebersihan kaset bagian luar dapat dibersihkan dengan alkohol atau perihidariol.
5. PEMELIHARAAN KASET
• Saat pemasukan/pengambilan film dari kaset, jangan terlalu terlalu terbuka untuk menghindari debu masuk ke kaset dan kaset dibuka sekitar 6-8 cm.
• Kaset disimpan seperti buku & kosong dari film.
• Jaga kebersihan dari debu, benda asing, dan cairan kimia.
• Hindari kaset jatuh.
• Hindari bagian dalam dari goresan debu, benda tajam, kuku, percikan cairan bahan pemroses film (seperti develpoer / fixer).
6. KEBERSIHAN KASET
a. Luar
• Bagian luar harus dibersihkan tiap hari.
• Gunakan Alkohol untuk membunuh kuman penyakit pada kaset.
• Gunakan Perihidariol untuk membersihkan noda darah pada kaset.
• Hindari timbulnya artefak pada film.
b. Dalam
• Bahan yang digunakan adalah sikat halus, sabun mandi, atau cotton wool.
• Gosokan cotton wool (basah) yang sudah bersabun dengan gerakan angka “8” pada permukaan screen.
• Gosokan cotton wool (kering) untuk bersihkan screen hingga kering.
• Sementara kaset dengan posisi berdiri di meja kamar gelap.
• Jika screen digosok dengan gerakan searah akan menimbulkan “elektrostatis”.
• Jangan dibersihkan dengan air pam / larutan pembersih sembarangan.
Bersihkanlah kaset hingga tidak ada noda mineral, tidak lengket, dan tidak elektrostatik.
7. PELEKATAN SCREEN PADA KASET
Bila ingin merekatakn screen baru, sisi pinggir harus telah dilengkapi strip perekat. Kemudian kaset bagian dalam dibersihkan. Proses yang pertama screen dilekatkan dan bagian depan screen berhadapan dengan kaset bagian belakang. Setelah itu penutup perekat dilepas sehingga menempel. Bila screen lama terlepas, harus dilekatkan kembali dengan kedudukan yang benar. Gunakan lem pelekat yang aman terhadap fosfor screen yang tidak mengandung bahan kimia / radioaktif.
8. MENGOSONGKAN FILM DARI KASET
• Letakan kaset di atas meja dalam. front kaset menghadap meja.
• Lepaskan kunci kaset dan back kaset menempel meja.
• Front kaset dinaikan sedikit agar film dapat keluar/lepas.
• Salah satu pojok film dipegang (jangan dengan kuku), dicetak ID pasien pada film.
• Kemudian film dimasukan ke alat automatik (Automatik).
• Dijepitkan pada hanger (manual).
• Kaset ditutup, letakan pada tempatnya.
9. MENGISI FILM DARI KASET
• Front kaset menghadap meja.
• Kunci dilepas, back kaset menghadap meja.
• Box film dibuka, ambil film, arahkan film terbaring di atas screen.
• Back kaset ditutup & dikunci.
• Box film ditutup kembali.
10. TES KEBOCORAN KASET TERHADAP CAHAYA
Metode I
1. Kaset yang dicurigai bocor diisi film.
2. Setiap sisi kaset dihadapkan pada lampu dop 100 W dengan jarak 122 cm selama 15 menit hingga 6 sisi kaset.
3. Film diproses dan bila ada kehitaman pada film berarti kaset bocor.
Metode II
1. Masukan selembar film unexposed ke kaset yang dicurigai.
2. Letakan kaset tersebut di tempat terang (sinar matahari).
3. Proseslah film tersebut, sebelumnya ditandai dimana letak engsel (h), bagian atas (t), bagian yang terbuka (o).
4. Film yang telah kering, periksalah tingkat kekabutan/kehitaman, tandai bila terlihat kabut.
5. Jika lebarnya kurang dari 0,5 cm sepanjang sisi bagian tersebut maka dapat diabaikan.
6. Tetapi kaset tersebut diawasi, jikalau terjadi kerusakan yang berarti.
7. Jika fog/kabut yang timbul besar, perbaiki kerusakan tersebut. kalau tidak bisa dapat diganti dengan kaset baru.
8. Jika kaset pengganti sulit, gunakan kaset tersebut dengan membiarkan tidak terisi sampai saat akan digunakan.
Merupakan kotak segi empat panjang yang mempunyai berbagai ukuran seperti 18 x 24 cm2, 24 x 30 cm2, 30 x 40 cm2, 35 x 35 cm2, 35 x 43 cm2. Kaset berfungsi sebagai alat transport film dari kamar gelap ke ruang foto sinar-x (unexposed) atau ruang foto sinar-x ke kamar gelap. Kaset terbagi 2 bagian yang dihubungkan oleh engsel :
a. Bagian Depan Kaset
• Bahan yang mudah ditembus oleh sinar-x.
• Aluminium, plastik dengan bingkai dari logam kuat.
• Tersedia ruang untuk screen/layar pendar.
b. Bagian Belakang Kaset
1) Lead lining
Terbuat dari logam kuat, bagian dalam diberi cat timbal untuk mencegah/menyerap back scatter.
2) Lead backing
Logam dengan lempeng timbal yang berfungsi menyerap sinar primer.
3) Non lead lining
Terbuat dari bahan yang mudah ditembus sinar x yang digunakan untuk radio flouroskopi
Ketiga jenis tersebut diberi bantalan yang letaknya menempel pada cat timbal/langsung pada bagian belakang yang berguna untuk menekan screen berhimpit dengan film. Semua jenis tersebut terbuat dari bahan “felt” & busa/karet.
2. CIRI KASET BAIK
• Ringan dan mudah dibawa.
• Struktur kuat.
• Tidak mudah rusak.
• Bagian depan harus memiliki kesamaan radiolusen untuk menghilangkan artefak.
• Bagian belakang terdapat lembaran timbal untuk menyerap sinar hambur.
• Memiliki busa penekan untuk merapatkan film dengan screen.
• Bentuk sedemikian rupa sehingga pemakaian mudah & tidak melukai pasien.
3. BENTUK / JENIS KASET
1) Konvensional
Kaset yang sering digunakan seperti 18 x 24 cm2, 24 x 30 cm2, 30 x 40 cm2, 35 x 35 cm2, 35 x 43 cm2.
2) Bentuk Kurva
Kaset yang digunakkan untuk memotret bagian tubuh karena anatomi / patologi tidak lurus, seperti rahang, lutut, bahu.
3) Film Changer
Mempunyai bentuk & ukuran lebih besar agar dapat memuat hingga 5 buah kaset. Bagian atas terbuat dari bahan yang mudah ditembus sinar-x & dilengkapi grid/lisolom. Digunakan untuk pemeriksaan secara berurutan tanpa henti (sekon)seperti pembuluh darah dan jantung. Bagian bawah kaset dilengkapi pegas untuk mendorong kaset naik ke atas.
4) Kaset Foto Timer
a) Foto electric cells
Jika densitas (nilai kehitaman) pada daerah yang diperlukan sudah mencapai takaran tertentu, maka alat ini akan menghentikan eksposi
b) Ionization chamber
Jika jumlah radiasi pada daerah yang dituju sudah tercapai, maka alat ini akan menghentikan eksposi
Kedua jenis ini merupakan automatic exposure dan terletak sensor alat ini terletak di belakang kaset. Pada bagian depan & belakang harus radiolusen.
5) Kaset dengan Grid / Lisolom
• Menjadi satu dengan kaset
• Berat
• Mahal
• Kurang populer
6) Kaset Fleksibel
Pada bidang Industri digunakan untuk potret pipa/saluran dan pada bidang kesehatan digunakan untuk panoramik gigi, opg (rahang).
7) Kaset Non Screen (Amplop)
8) Kaset Mammografi
9) Kaset CT Scan
10) Kaset Kedokteran Nuklir
11) Imaging Plat
12) Dental Film
4. PEMERIKSAAN KASET BERKALA
Bagian yang harus diperiksa pada kaset secara berkala adalah Engsel, kuncian, jepitan ID pasien, screen, kedudukan screen, dan bantalan. Kebersihan kaset bagian luar dapat dibersihkan dengan alkohol atau perihidariol.
5. PEMELIHARAAN KASET
• Saat pemasukan/pengambilan film dari kaset, jangan terlalu terlalu terbuka untuk menghindari debu masuk ke kaset dan kaset dibuka sekitar 6-8 cm.
• Kaset disimpan seperti buku & kosong dari film.
• Jaga kebersihan dari debu, benda asing, dan cairan kimia.
• Hindari kaset jatuh.
• Hindari bagian dalam dari goresan debu, benda tajam, kuku, percikan cairan bahan pemroses film (seperti develpoer / fixer).
6. KEBERSIHAN KASET
a. Luar
• Bagian luar harus dibersihkan tiap hari.
• Gunakan Alkohol untuk membunuh kuman penyakit pada kaset.
• Gunakan Perihidariol untuk membersihkan noda darah pada kaset.
• Hindari timbulnya artefak pada film.
b. Dalam
• Bahan yang digunakan adalah sikat halus, sabun mandi, atau cotton wool.
• Gosokan cotton wool (basah) yang sudah bersabun dengan gerakan angka “8” pada permukaan screen.
• Gosokan cotton wool (kering) untuk bersihkan screen hingga kering.
• Sementara kaset dengan posisi berdiri di meja kamar gelap.
• Jika screen digosok dengan gerakan searah akan menimbulkan “elektrostatis”.
• Jangan dibersihkan dengan air pam / larutan pembersih sembarangan.
Bersihkanlah kaset hingga tidak ada noda mineral, tidak lengket, dan tidak elektrostatik.
7. PELEKATAN SCREEN PADA KASET
Bila ingin merekatakn screen baru, sisi pinggir harus telah dilengkapi strip perekat. Kemudian kaset bagian dalam dibersihkan. Proses yang pertama screen dilekatkan dan bagian depan screen berhadapan dengan kaset bagian belakang. Setelah itu penutup perekat dilepas sehingga menempel. Bila screen lama terlepas, harus dilekatkan kembali dengan kedudukan yang benar. Gunakan lem pelekat yang aman terhadap fosfor screen yang tidak mengandung bahan kimia / radioaktif.
8. MENGOSONGKAN FILM DARI KASET
• Letakan kaset di atas meja dalam. front kaset menghadap meja.
• Lepaskan kunci kaset dan back kaset menempel meja.
• Front kaset dinaikan sedikit agar film dapat keluar/lepas.
• Salah satu pojok film dipegang (jangan dengan kuku), dicetak ID pasien pada film.
• Kemudian film dimasukan ke alat automatik (Automatik).
• Dijepitkan pada hanger (manual).
• Kaset ditutup, letakan pada tempatnya.
9. MENGISI FILM DARI KASET
• Front kaset menghadap meja.
• Kunci dilepas, back kaset menghadap meja.
• Box film dibuka, ambil film, arahkan film terbaring di atas screen.
• Back kaset ditutup & dikunci.
• Box film ditutup kembali.
10. TES KEBOCORAN KASET TERHADAP CAHAYA
Metode I
1. Kaset yang dicurigai bocor diisi film.
2. Setiap sisi kaset dihadapkan pada lampu dop 100 W dengan jarak 122 cm selama 15 menit hingga 6 sisi kaset.
3. Film diproses dan bila ada kehitaman pada film berarti kaset bocor.
Metode II
1. Masukan selembar film unexposed ke kaset yang dicurigai.
2. Letakan kaset tersebut di tempat terang (sinar matahari).
3. Proseslah film tersebut, sebelumnya ditandai dimana letak engsel (h), bagian atas (t), bagian yang terbuka (o).
4. Film yang telah kering, periksalah tingkat kekabutan/kehitaman, tandai bila terlihat kabut.
5. Jika lebarnya kurang dari 0,5 cm sepanjang sisi bagian tersebut maka dapat diabaikan.
6. Tetapi kaset tersebut diawasi, jikalau terjadi kerusakan yang berarti.
7. Jika fog/kabut yang timbul besar, perbaiki kerusakan tersebut. kalau tidak bisa dapat diganti dengan kaset baru.
8. Jika kaset pengganti sulit, gunakan kaset tersebut dengan membiarkan tidak terisi sampai saat akan digunakan.
Laporan RADIOLOGI DENY HAIRURROZIKIN PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UB
Film rontgen adalah film yang digunakan sebagai tempat terciptanya gambar radiograf dalam ilmu radiologi.
Adapun jenis-jenis film sinar x terbagi atas:
1. Jenis film menurut lapisannya.
2. Jenis film menurut sensitivitasnya.
3. Jenis film menurut butir emulsi.
A. Jenis Film Menurut Lapisannya
Film sinar x tersusun atas:
• Base (dasar film)
• Subratum (perekat film)
• Emulsi
• Supercoat (pelindung film)
Adapun Jenis film sinar x menurut lapisannya dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Single Side
Single side adalah film sinar x dengan satu lapisan emulsi dimana lapisan perekat dan lapisan emulsi dioleskan hanya pada satu sisi dasar film (base) saja.
![]() |
Karena emulsi hanya pada satu sisi dari dasar film (base) setelah film diproses dan kering terlihat film menjadi melengkung ke arah emulsi dan hal ini sangat mengganggu. Untuk mencegah hal ini baik film yang flat atau datar dan rol diperlukan bahan lain “gelatin” yang direkatkan pada sisi lain dasar yang sifatnya mengkerutan film ke arah berlawanan bahan tersebut dikenal dengan non curl backing.
Contoh dari film single side adalah mamography film. Pada awal dilakukannya pemeriksaan mammografi yaitu menggunakan film dengan kaset non screen. Dengan menggunakan kaset non screen pada pemeriksaan mammografi, radiasi sinar-X yang setelah menembus obyek langsung menembus pada film tanpa melewati intensifying screen terlebih dahulu. Untuk mendapatkan gambaran dari mammae yang optimal dibutuhkan dosis radiasi yang tinggi. Namun kualitas gambar dari gambaran mamae yang dihasilkan rendah. Pada tahun 1970 diperkenalkan oleh perusahaan Du Pont dan Kodak yaitu penggunaan kombinasi film dan screen pada pemeriksaan mammografi. Film yang digunakan untuk pemeriksaan mammografi adalah film yang single emulsi dan kaset yang digunakan adalah kaset dengan single screen. Penggunaan jenis film tertentu memiliki tujuan untuk kualitas gambaran yang di harapkan agar dapat memberikan informasi mengenai keadaan suatu objek yang diperiksa, sehingga membantu proses tindakan medis selanjutnya berdasarkan klinis pemeriksaan. Mammografi merupakan pemeriksaan radiografi yang di lakukan secara khusus untuk mendeteksi keadaan patologi dari organ payudara. Penggunaan film pada mammografi berperan sebagai pencetak bayangan dengan adanya perpindahan informasi dari sumber sinar – x hingga hasil berupa gambaran sampai ke radiolog.
2. Double Side
Double side adalah film sinar x dengan dua lapisan emulsi, dimana lapisan perekat dan lapisan emulsi dioleskan pada kedua sisi dari dasar film (base).
![]() |
Beberapa keuntungan film Double Side :
1. Meningkatkan kepekaan
Karena emulsi pada kedua permukaan dasar film →gambar terjadi bersamaan pada dua lapis emulsi dan bila dilihat dengan viewer kedua gambar bertumpuk menjadi satu → sehingga penghitaman oleh atom perak juga menjadi dua kali.
Meningkatnya kepekaan dapat mengurangiu waktu eksposi & mengurangi kemungkinan pengaburan karena faktor bergeraknya pasien, sehingga dapat mengurangi dosis radiasinya juga.
2. Peningkatan nilai kontras
Kontras adalah perbedaan derajat hitam terhadap putih (gelap terhadap terang). Dengan dua emulsi nilai kontras juga menjadi dua kali dibanding dengan satu lapis emulsi.
B. Jenis Film Menurut Sensifitasnya
Salah satu perkembangan teknik radiografi yang sangat revolusioner dan dapat mengurangi dosis radiasi pada pasien adalah ditemukan intesifying screen yang tergantung dari jenis screen dan jenis film yang dipakai, dapat mengurangi dosis radiasi sebesar faktor 15 – 500, dimana jenis intensifying rare earth screen (gadolinium dan lanthanum) menunjukkan effisiensi dosis 3 sampai 5 kali lebih baik dibanding dengan calcium tungstate screen.
Adapun jenis film menurut sensifitasnya
1. Green Sensitive
Green sensitive adalah jenis film sinar x yang sensitif terhadap cahaya hijau. Green sensitive ini mempunyai kualitas yang bagus sehingga harganya pun relatif mahal. Dampak lain dari penggunaan green screen adalah pengurangan pemakaian faktor exposi, sehingga selain rendahnya dosis yang diterima pasien, juga menyebabkan beban terhadap X-ray tube menurun sehingga automatis akan memperpanjang masa hidup / usia dari X-ray tube.
![]() |
| green sensitive |
2. Blue sensitive
Blue sensitive adalah jenis film sinar x yang sensitif terhadap cahaya biru. Blue sensitive ini mempunyai kualitas yang kurang bagus sehingga harganya pun relatif lebih murah. Dampak lain dari penggunaan blue sensitive adalah bertambahnya pemakaian faktor exposi, sehingga selain tingginya dosis yang diterima pasien, juga menyebabkan beban terhadap X-ray tube meningkat sehingga automatis akan memperpendek masa hidup / usia dari X-ray tube.
![]() |
| blue sensitive |
Perbedaan film menurut sensitivenya dapa di lihat pada tabel di bawah ini :

C. Jenis Film Menurut butir emulsi
Emulsi merupakan bahan film sinar-x yang rentan terhadap cahaya, yang bila terkena cahaya / x-ray akan berubah dan membentuk warna hitam.
Emulsi setiap bahan untuk fotografi mempunyai sifat tertentu:
1. Kecepatan
Perbandingan kecepatan dari suatu bahan terhadap bahan lain untuk mutu gambar yang sama dipengaruhi oleh:
• Ukuran Perak Halogen (Grain)
• Tahapan proses pembuatan emulsi
• Sifat radiasi yang digunakan
• Masa pembangkitan
Suatu emulsi dikatakan cepat jika emulsi tersebut membutuhkan sedikit cahaya dibandingkan dengan emulsi yang banyak membutuhkan cahaya untuk menghitamkannya.
2. Kontras
Kontras adalah perbedaan derajat hitam terhadap putih (gelap terhadap terang) yang dipengaruhi oleh:
• Penempatan, kerentanan perak halogen
• Masa pembangkitan
Adapun jenis film sinar x menurut butir emulsi dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Butir emulsi ukuran besar
Pada butir emulsi ukuran besar bahan fotografinya yaitu perak halogen (grain) pada emulsi berukuran besar.
Dengan ukuran butir perak halida yang besar, maka jarak antara butir perak halida yang satu dengan yang lain lebih renggang. Hal ini mengakibatkan emulsi mendapatkan sedikit cahaya karena cahaya lebih banyak yang diteruskan. Emulsi jenis ini mempunyai sifat nilai kontras yang rendah tapi kecepatannya cepat karena emulsi mendapatkan sedikit cahaya.
![]() |
| besar |
2. Butir emulsi ukuran sedang
Pada butir emulsi ukuran sedang bahan fotografinya yaitu perak halogen (grain) pada emulsi berukuran sedang.
![]() |
| sedang |
Dengan ukuran butir yang sedang ini maka sinar-x / cahaya yang menembus emulsi akan lebih sedikit karena banyak dihalangi butiran perak halida yang jaraknya tidak terlalu renggang. Emulsi jenis ini mempunyai sifat nilai kontras yang cukup tinggi tapi kecepatannya lebih lambat karena emulsi mendapatkan cukup banyak cahaya.
3. Butir emulsi ukuran kecil
Pada butir emulsi ukuran kecil bahan fotografinya yaitu perak halogen (grain) pada emulsi berukuran kecil.
![]() |
| kecil |
Dengan ukuran butir yang kecil mengakibatkan jarak / celah antara butir perak halida agak rapat. Sinar x / cahaya akan lebih banyak mengenai butiran perak halida dan sedikit sinar yang diteruskan. Emulsi jenis ini mempunyai sifat nilai kontras yang tinggi tapi kecepatannya lambat karena emulsi mendapatkan banyak cahaya.
Subscribe to:
Posts (Atom)







